DUA PULUH SEMBILAN

1565 Kata

Suasana ruang makan ini terasa sepi. Padahal ada tiga orang dewasa dan satu gadis bermata cantik sedang duduk bersama. Namun, mereka semua terlalu asik dengan pikiran masing-masing sampai tak tau bagaimana caranya membuka satu topik obrolan. Salah satu dari mereka mulai melihat keadaan—berniat ingin memulai satu topik perbincangan. Namun, niatnya harus urung ketika ia melihat tak ada peluang untuk memulai obrolan. Septa jadi merasa terasingkan sekarang. Untuk pertama kalinya ia berada dalam keadaan seperti ini. Satu sisi Septa juga merasa tak nyaman karena sedari tadi Rania terus menatapnya tak suka. Ingin sekali rasanya ia mengajak Tomy berbicara. Tapi tidak mungkin dilakukan karena cowok itu sudah terikat janji dengan Rania untuk tidak mengajak bicara Septa. Lalu Juni? Tidak ada harapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN