DUA PULUH DELAPAN

1784 Kata

Tubuh cowok itu langsung tegap begitu telingnya mendengar ponsel berbunyi. Tanpa menunggu lama si pemilik ponsel langsung mengangkat telefon. "Dee?" Awalnya terdengar lirih. Suara Nandeka terdengar bergetar. Ia terlalu khawatir dengan Septa. Bagaimana tidak khawatir jika sang istri tak mengabarinya sama sekali? Bahkan beberapa pesan yang dikirimkan Nandeka tak digubris sama sekali. Dibaca memang, tapi tidak dibalas. Percayalah rasanya lebih menyesakkan dibandingkan menunggu balasan chat gebetan. Lalu sekarang Nandeka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Septa menelfonnya. Itu artinya si cewek masih membutuhkan bantuan Nandeka atau mau memberikan kabar terbaru. Entahlah apapun itu ia sudah bahagia karena Septa menelfonnya. "Dee kamu baik-baik aja kan? Kamu sampai di Jakarta dengan sel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN