Hembusan angin malam berhasil membuat tubuhnya kedinginan. Tidak ada yang bisa membuat Septa hangat sekalipun jacket sudah dikenakan. Sebenarnya ini salahnya sendiri. Sudah tau Jakarta sedang gerimis, tapi tetap nekat mendatangi tempat sepi ini. Jakarta, akhir November, dan gerimis di malam hari seakan menjadi saksi bisu atas kefrustasian seorang Septania. Cewek malang itu akan kembali gila rupanya. Bagaimana tidak di saat manusia lain mencari tempat berteduh karena hujan, ia malah membasahi diri. Entah apa yang ada di pikiran Septa sampai memilih bertahan di tempat yang tak seharusnya didatangi saat malam hari, yaitu; kuburan. Sedari menginjakan kaki di kuburan, Septa tidak menunjukan ekspresi apapun. Rasa takut pasti ada, tapi sebisa mungkin tidak digubrisnya. Persetan dengan para ha

