Sepasang manusia itu kembali membuka mata setelah saling melampiaskan rindu tiga jam lalu. Nandeka dan Septa. Mereka berdua masih berada di atas ranjang dan terbalut dalam selimut yang sama. Si cowok lebih dulu menoleh mendapati wajah lesu Septa. Nandeka menyungingkan senyum sembari mendekatkan wajah lalu mengecup kening Septa. "Love you," bisiknya. Septa tak membalas ucapan Nandeka. Ia hanya menyunggingkan senyum sekadarnya. Itu membuat Nandeka gemas ingin kembali menyerbu. Dan benar tanpa aba-aba, ia kembali menghujani Septa dengan ciuman ringan. "Jawab kalau kamu juga cinta aku, Dee." Septa geli. Dengan kekuatan ganda ia dorong tubuh Nandeka hingga menjauh. "Aku lebih cinta bang Atta daripada kamu." Nandeka hanya bisa menghembuskan napas kasar. Ya iyalah dibandingkan dengan abang

