Langit cerah menyambut kedatangan Ambar dan Deri di Bandara Soekarno-Hatta. Keduanya akan pergi ke tempat tujuan masing-masing. Seminggu ke depan Deri akan sibuk dengan kegiatan pameran yang akan dilaksanakan di Denpasar, Bali. Sementara Ambar akan mudik ke kampungnya untuk persiapan pernikahan. "Hati-,hati ya Mas. Jaga kesehatan." Ambar memberi pesan untuk calon suaminya. Ia mengkhawatirkan Deri yang belakangan ini sangat sibuk. "Kamu juga hati-hati ya, nanti kalau sudah sampai segera kirim kabar." Deri mengecup kening Ambar. Entah sejak kapan ia jadi sering main kecup. Ambar sendiri tak menolak walaupun selalu gugup diperlukan demikian. "Salam buat Ayah dan Ibu,"ucap Deri. "InsyaAllah, Mas" Ambar menjawab dengan memberikan senyuman manisnya. Tak lupa gadis yang telah banyak ber

