Nesya berdiri di hadapan Arkan, menatap lekat suaminya dengan pandangan sendu. "Cuma dua Minggu, abis itu aku bakal stay sama kamu gak akan sama pesawat lagi." Nesya masih diam dan memilih untuk memeluk Arkan dari samping. "Ntar kalo tiba-tiba aku lahiran gimana? Gak ada kamu, kasian anak-anak aku pas lahir cuma bisa liat mami nya doang. Terus gimana kalo misalnya mereka pas buka mata ternyata mereka ngeliat dokter nya? Pasti merek pikir dokter itu papi mereka padahal kan papi mereka pilot." Arkan terkekeh geli mendengar ocehan Nesya. Ia membalas pelukan Nesya lalu mencium puncak kepala istrinya dengan sayang. "Aku kan udah bilangin mereka jangan berojol dulu sebelum aku pulang, mereka pasti ngerti kok." Pasutri yang kurang waras. "Kamu hati-hati." "Pasti, sayang. Aku pergi ya, ka

