Chapter 43

1390 Kata

Nesya membuka matanya secara perlahan ketika samar-samar mendengar suara seseorang yang sedang mengoceh. Senyum terukir indah di bibir nya saat melihat ketiga jagoannya sedang saling tatap. Sekarang hanya ada mereka berempat setelah semalam ruangan yang Nesya tempati sudah sempat kedatangan beberapa tamu yang didominasi oleh keluarga mereka. Arkan duduk di antara dua box bayi sambil mengajak anak-anaknya berbicara, Nesya tidak tahu apakah anaknya masih tertidur atau sudah bangun. Sepertinya sudah, tidak mungkin kan Arkan berbicara ketika mata kedua anaknya masih tertutup? "Eh, mami udah bangun." Seru Arkan sambil menatap Nesya. Nesya tersenyum seraya meminta kepada Arkan untuk mendekatkan kedua anaknya kepada dirinya. "Mereka tidur?" Tanya Nesya saat kedua anaknya sudah berada di gend

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN