Epilog

803 Kata

Alvira tersenyum ketika embusan angin menerbangkan anak rambutnya yang mencuat nakal. Lapangan skate yang berdebu bukannya membuat hidungnya terganggu—atau pun gatal, Alvira malah merasa jika debu yang beterbangan ini membuat hatinya nyaman. Ini adalah lapangan skate tersembunyi yang pernah Adreno tunjukkan padanya sebelum kejadian itu. Tapi kali ini Adreno sudah berhasil memodifikasi lapangan ini menjadi lebih baik, dengan spot-spot baru dan tempat untuk berteduh. Tapi cowok itu sengaja tidak menghilangkan ilalang yang menutupi lapangan ini, juga aneka pohon yang membuatnya sejuk. Alvira mengambil napas dalam. Kemudian mulai melajukan papan skate kesayangannya untuk mencoba ini pertama kali. Sedangkan Adreno yang masih menyiapkan sesuatu di belakang sana hanya bisa berdecak melihat tin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN