Jeda Sejenak

1302 Kata

Malam mulai beranjak, menenggelamkan sang surya untuk berganti tugasnya dengan rembulan. Semilir angin berembus pelan, menyapu lantai beton di sebuah lapangan basket tak berpenghuni. Suara bola yang berpadu dengan tanah sedikit menghalau sunyi yang semakin nyata. Seorang cewek berdiri di tengah lapangan. Sebelah tangannya mendribble bola dengan cepat, sedang surai yang tadinya ia kuncir rapi kini mulai berderai ke segala sisi. Alvira bergerak mendekati ring, mengambil ancang-ancang sebelum kemudian melompat untuk memasukkan bola itu pada ring basket yang sudah tergantung di tempatnya. Meleset. Entah sudah berapa puluh kali Alvira melakukannya dan tidak ada satu bola pun yang berhasil masuk. Napas cewek itu terengah. Keringat dingin sudah membasahi dahi, leher, hingga seluruh tubuhnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN