Griya berdiri tegak ketika upacara bendera sudah di mulai. Tapi, kelerengnya bergulir ke sini kanan dan kiri, sesekali juga menoleh ke belakang. Mengira-ngira kapan Raja akan sampai di barisannya. Griya berhasil dapat barisan paling belakang. Meski nyatanya dia harus siap untuk berdesak-desakan dengan mayoritas anak cowok. Dan, asal kalian tahu, Griya adalah satu-satunya cewek di barisan ini. Tapi, dia tidak peduli. Asal bisa bertemu Raja Griya bahkan rela jadi bahan tertawaan Rafan yang kini sudah bersiap untuk merebut kotak yang ia genggam. "Lo mau upacara apa tuker kado natal?" Griya mengelak ketika Rafan nyaris menyentuh kotaknya. Melotot tajam, Griya menyembunyikan kotak itu di belakang tubuh. "Terserah gue lah. Nggak ganggu lo juga kan?" Rafan tersenyum. Lewat ekor matanya, ia me

