bab 6

1009 Kata
Arayana yang sedang terburu-buru terlihat masuk ke dalam perusahaan Arkana. Sesampainya di Lobi dia di cegat oleh Satpam. "Loh nona bukannya anda mahasiswi magang yah,,kalian kan mestinya off hari ini? Ada urusan apa anda kemari nona?" Tanya Satpam. "Maaf pak tapi Tuan Arkana menyuruh saya masuk hari ini", jelas Arayana. "Oh baiklah silahkan masuk",,ucap Satpam. Arayana pun segera berlari menuju lift karena merasa sudah terlambat gara-gara Satpam yang tadi mencegatnya. "Semoga Tuan Arkana nggak marah aku kan cuma telat 1 menit",gumam Arayana. Sesampainya di lantai dimana ruangan Bosnya itu berada Arayana segera berlari menuju ruangan Arkana. Tok tok tok "Masuk", teriak Arkana dari dalam. Arayana pun masuk,,ketika ia masuk dia melihat seorang wanita paruh baya yang sangat cantik dan anggun. "Ah selamat pagi nyonya maaf saya tidak tau kalau Tuan punya tamu", senyum Arayana seraya membukkukan badan sebagai tanda hormat kepada wanita di depannya. "Ah tidak apa-apa nona,,kamu cantik sekali apa kamu calon istri anak saya", ucap Seruni,,yah wanita itu adalah Seruni ibu dari Arkana. Arayana yang di tanya seperti itu pun sangat terkejut dan berkata " ah..bukan nyonya saya hanya mahasiswi yang sedang magang di sini. "Sudahlah mami,,jangan membuatku malu dengan menyebut semua wanita adalah calon istriku,mami seperti kehausan calon menantu saja", kesal Arkana. "Huuft yah sudahlah,,sini duduk dekat mami", ucap Seruni Arayana yang di panggil untuk duduk di dekat ibu Bosnya merasa canggung dan melirik Arkana pertanda meminta izin,, Arkana yang mengerti tatapan Arayana pun menganggukan kepalanya pertanda ia mengizinkan Arayana. "Ah iya nyonya maaf", ucap Arayana. "Jangan panggil saya nyonya tapi mami saja yah seperti Arkana yah sayang", ucap Seruni seraya membelai surai hitam milik Arayana. Arayana yang di perlakukan begitu lembut oleh wanita di depannya menjadi tidak enak sekaligus sedih karena mengingat ibunya,,di dalam hatinya seandainya ibunya masih ada di sini,,tanpa sadar mata Arayana berkaca-kaca dan meneteskan air mata. "Loh kamu kenapa nak,,apa saya membuat mu tersinggung", ucap Seruni panik. Arkarna yang melihat itu juga panik " kamu kenapa Arayana? Apa mamiku menyakitimu", tanya Arkana. Arayana yang di tanya seperti itu pun merasa tidak enak,, "Maaf kan saya nyonya Tuan saya tidak sengaja mengeluarkan air mata saya,,saya hanya teringat ibu saya yang sudah tiada", ucap Arayana. Mendengar itu Seruni menjadi ibah dan membawa Arayana kedalam pelukannya. "Oh sayang maaf mami,,mami turut berduka cita,,kalau kau rindu dengan ibu mu kau bisa datang ke mami kapan pun kau mau,,jangan sungkan yah anggap mami ini adalah ibumu", pinta Seruni. Arayana pun menjadi semakin terharu atas ketulusan Seruni,,baru saja mereka bertemu beberapa menit yang lalu Seruni sudah membuatnya nyaman. "Apa mami tidak ingin pulang,,papi sudah menanyakan mami kapan mami akan pulang?", ucap Arkana seraya menunjukan isi chat papinya yang tiada henti menanyakan maminya. " Oh ya sudah dasar pak tua itu,,kalau begitu mami pulang yah,, Arayana mami pulang yah nak kamu bisa ke mansion mami dengan Arkana kapan pun mami akan selalu menyambutmu,,mami tunggu kedatangan mu yah", ucap Seruni Di dalam hati seruni ia bersorak senang akhirnya ia akan mendapatkan menantu. "Iya nyo.. maksudku ma-mi", ucap Arayana sungkan. Seruni pun berdiri berjalan keluar dari ruangan Arkana. Arayana yang merasa suasana menjadi dingin perlahan berbalik menatap ke arah Bosnya. Ia takut sebenarnya akan di anggap mencari perhatian kepada ibu Bosnya. "Maaf Tuan,,saya tidak bermaksud untuk mencari muka ke ibu anda", ucao Arayana "Berapa kali kau harus minta maaf kepadaku,,ku perhatian kau selaku menyebut kata maaf meski kau tidak bersalah", ucap Arkana. "Apa yang harus ku kerjakan Tuan", tanya Arayana. "Pergilah ke ruangan Adrian,,di sana ada setumpuk kertas ambil itu dan bawa kemari,, Adrian sedang berada di luar jadi aku tidak bisa menyuruhnya membawa ke sini", pinta Arakana. "Ehm Tuan apakah boleh saya memasuki ruangan Asisten Adrian? Bukan kah itu daerah pribadi beliau? Tanya Arayana. "Tidak apa-apa nanti saya akan memberitahunya", ucap Arkana. "Baik Tuan, permisi" Arayana pun berlalu menuju ruangan Adrian. "Dia begitu hati-hati dalam melangkah dan mengambil tindakan",, senyum Arkana. Setelah mengambil berkas yang di suruh tadi sekarang Arayana kembali ke ruangan Arkana. Tok tok tok "Masuk",seru Arkana "Ini Tuan berkas yang anda minta,,sekarang harus ku apakan berkas ini? Maaf karena saya baru belajar jadi saya belum terlalu paham" ucap Arayana dengan lembut. "Apa kau tidak belajar di rumah mu atau memcari tau tugas sekretaris apa saja di internet", sinis Arkana. "Ya ampun menyebalkan sekali dia", gerutu Arayana dalam hati. "Maaf Tuan selain saya belajar di internet bukan kah lebih baik juga belajar secara langsung dengan anda,,kan lebih baik terjun langsung ke lapangan daripada hanya memakan materi dan bukannya anda menyuruh saya satu ruangan dengan anda karena ingin mengawasi saya dan mengajar saya secara langsung", ucap Aryana setengah menyindir. "Banyak bicara sekali kamu", kesal Arkana. "Maaf Tuan saya hanya mengingatkan anda", jawab Arayana. "Baiklah saya akan mengajarkan kamu kemari", pinta Arkana. Arayana pun mendekat ke arah meja Bosnya itu. " Duduk", pinta Arkana. Arkana pun menjelaskan secara rinci sehingga Arayana mudah pahamnya. Setelah beberapa menit mereka berdiskusi Arkana segera menyuruh Arayana segera menyelesaikannya,, Arayana yang kepintarannya memang di atas rata-rata sudah paham dan mengerti. Drrt drrt drrt. "Halo mami ada apa?", jawab Arkana. "........" "Baik,,akan ku coba tapi aku tidak janji membawanya", ucap Arkana. Setelah sambungan telepon putus Arkana mendekat ke meja Arayana. Dengan gamang Arkana memberitahu Arayana apa yang di minta oleh maminya. "Hmm,, Arayana", panggil Arkana. Arayana yang merasa di panggil mendongakkan kepalanya dan menjawab " iya Tuan", "Maaf sebelumnya tapi mami menyuruh ku untuk membawa mu ke mansion untuk makan malam,,tapi kalau tidak bisa...", Belum selesai Arkana berbicara Arayana sudah memberikan jawabannya. "Aku bisa aku akan pergi dengan mu" sambil tersenyum manis yang membuat Arkana merasa jantungnya seperti ingin mengeluarkan kembang api yang begitu banyak. "Baiklah terimakasih,,maaf kalau mami merepotkan mu", ucap Arkana. "Tidak apa-apa,,aku juga senang dengan ibu anda,,beliau sangat baik dan bisa membuatku nyaman seperti ibu kandungku sendiri",jawab Arayana. "Tuan ini sudah selesai silahkan periksa terlebih dahulu", ucap Arayana sambil menyerahkan berkas kepada Arkana. "Kau belajar dengan cepat rupanya", ucap Arkana. "Baiklah aku akan menunggumu sampai selesai dan segera ke masion ibu anda", ucap Arayana bahagia,, ia juga tidak mengerti mengapa ia sangat senang dekat dengan wanita itu padahal belum cukup sehari mereka berkenalan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN