Bab 5

996 Kata
Matahari sudah tidak menampakkan dirinya.semua karyawan MEXO GROUP sebagian telah pulang. "Seraa", panggil Arayana. Sera yang mengenali suara yang memanggilnya langsung berbalik. "Ya ampun Ara aku khawatir banget sama kamu", ucap Sera. "Kamu ngapain khawatir sama aku?", heran Arayana. "Tadi aku dengar beberapa gosip tentang Pak Arkana kalau dia itu orangnya menyeramkan", jelas Sera. "Nggak kok,,di nggak menyeramkan dia itu tegas dan disiplin aja sih kalau menurut aku walaupun emang dia agak misterius", ucap Arayana sambil terkekeh. "Syukurlah,,tapi sepertinya aku pernah liat dia tapi di mana yah?", ucap Sera sambil mengingat-ingat. "Ya ampun aku lupa beritahu kamu kalau Pak Arkana itu orang yang pernah hampir nabrak kita",jelas Arayana. "Apaa? Jadi dia pria yang menyebalkan itu",kesal Sera mengingat hari dimana mereka hampir di tabrak oleh sosok pria berwajah dingin itu. "Iya,,ya udah deh nggak usah di bahas lagi yuk kita cari makan,,lapar nih",ajak Arayana. ------------------ Di ruangan Arkana nampak Adrian yang sedari tadi menatap Arkana dengan tatapan yang penuh tanya,,entah mulai darimana pria itu ingin menanyakan semua pertanyaan yang di kepala nya "Lho ngapain selalu liat gue seperti itu,,lho suka sama gue yah,,sorry yah gue masih suka cewek", sinis Arkana. "Ngasal lho,,gue mau tanya lho sebenarnya ada hubungan apa sama Arayana", tanya Adrian. "Hubungan apa gue aja baru kenal sama dia",bohong Arkana. "Udah lah kita itu bukan kenal baru,,kita udah kenal dari masih jadi kecebong", terang Adrian karena memang Orang Tua Adrian dan Orang Tua Arkana sudah bersahabat dari mereka menginjakkan kaki di bangku Sekolah Menengah Atas. "Ya udah gue jujur,,emang gue pernah ketemu sama Arayana sebelum dia magang di sini,,waktu itu gue hampir nabrak dia dan dia marah-marah ke gue dan gue merasa gadis ini beda ajah,,entah kenapa semenjak kejadian itu gue selalu penasaran dengan dia,,itu aja", jelas Arkana. Adrian yang heboh bertepuk tangan berkata " wow jadi lho jatuh cinta", "What? Nggak lah", sangkal Arkana. "Nggak nyangka gue akhirnya lo bisa jatuh cinta,,berita bagus nih buat tante Seruni", heboh Adrian. "Awas aja lo kalau ngomong macam-macam ama mama gue", ancam Arkana. ----------- Malam yang begitu dingin karena diluar hujan,, Arayana nampak murung,,dia merasakan sepi dan rindu kepada kedua orang tuanya. Di balik sifat yang ceria yang dia nampakkan sehari-hari ada kesedihan yang begitu mendalam. "Huuft nasib orang tua aku masing-masing anak satu-satunya akhirnya aku nggak punya tante dan om,, nenek kakek juga udah nggak ada", keluh Arayana. Drrt Drrt Drrt Mendengar handphone nya berbunyi lantas Arayana segera mengambil dan melihat siapa yang menelfon. Arayana mengerutkan dahinya karena dia tidak mengenal nomor yang tertera di handphone nya. " Haloo",jawab Arayana. "Arayana saya Arkana", jawab Pria di seberang sana. Mendengar suara Arkana seketika Arayana menegakkan badannya. "Oh iya Tuan ada apa anda menelfon jam begini? Apa ada yang bisa saya bantu", ucap Arayana. "Tidak ada", Arkana langsung mematikan sambungan telepon nya entah apa yang dipikirkan pria itu sudah menelfon tidak jelas lalu mematikan sambungan telepon nya begitu saja. Arayana yang heran dengan tingkah laku Bos nya hanya menghela nafas dia tidak habis pikir mengapa Arkana melakukan hal yang tidak penting seperti itu. "Ah sudahlah sebaiknya aku tidur saja,,tapi ngomong-ngomong dari mana dia mendapat nomor ku? Oh iya aku lupa di dalam biodata kan ada nomor ku di sana,,mungkin dia ingin menyuruhku mengerjakan sesuatu tapi tidak jadi karena dia menganggapku tidak mampu mengerjakannya", ucap Arayana. Di lain tempat Arkana benar-benar merasa frustasi kenapa dia nekat menghubungi Arayana.Dia takut kalau Arayana memikirkan hal yang tidak-tidak tentang dirinya. "Arayana Arayana Arayana", gumam Arkana menyebutkan nama Arayana beberapa kali. "Sepertinya gue harus mulai pendekatan ke gadis itu gue sudah tau perasaan gue,,gue yakin gue suka sama dia seperti yang Adrian bilang", sambungnya. "Tapi gimana kalau dia nggak suka sama lo", ucap Adrian yang tiba-tiba muncul di dekat Arkana, Arkana yang begitu kaget refleks menonjok muka Adrian. "Awwww,,ngapain lo nonjok gue", kesal Adrian. "Lo yang tiba-tiba muncul kayak setan,,kenapa lo masuk nggak ketuk pintu dulu", kesal Arkana. "Gue udah ketuk berapa kali tapi nggak ada yang nyahut,,gue khawatir lo pingsan makanya gue masuk aja mastiin",jelas Adrian. "Ck gue potong gaji lo yah", ucap Arkana. "Yah jangan dong", ucap Adrian dengan perasaan yang khawatir. Arkana dan Adrian memang tinggal di apartemen yang sama,,dengan tujuan apabila ada tugas dadakan dari Arkana dan sewaktu-waktu Arkana membutuhkannya dia tidak lagi menunggu lama karena pria itu tidak suka menunggu,, Adrian yang tinggal di sana pun atas perintah Arkana dan dengan terpaksa Adrian menyetujuinya karena dia di ancam akan di potong gajinya 50% kalau Adrian menolak. "Lo harus bantuin gue kalau gaji lo nggak mau gue potong", pinta Arkana. Tanpa pertimbangan Adrian pun menyetujuinya. "Oke apa yang harus gue bantu", tanya adrian. "Bantu gue dekat sama Arayana bagamanami pun caranya", pinta Arkana. Keesokan harinya. Drrt Drrt Drrt Arayana yang mendengar telfonnya berbunyi langsung bangung dari tidurnya. "Halo", jawab Arayana "Halo Arayana saya asisten Adrian,,Tuan Arkana menyuruh anda masuk hari ini", jawab Adrian di seberang sana yang di dengar juga oleh Arkana karena sedari tadi Arkana menempelkan telinganya di telfon Adrian. "Maaf asisten Adrian bukannya jam kerja anak magang itu hari kerjanya hanya sampai hari Jumat", ucap Arayana. "Ia itu untuk yang lain kamu beda karena kamu magang sebagai sekretaris jadi jangan harap libur kamu teratur bahkan terkadang biasa tidak ada libur", bukan Adrian yamg menjawab tapi Arkana,, Adrian hanya menghela nafas melihat Bos nya. "Ahh maaf Tuan baik saya akan segera kesana", ucap Arayana yang seketika tegang mendengar suara Pria aneh itu. "Cepat jangan sampai terlambat", perintah Arkana. Sambungan pun terputus Arayana yang teringat janji dengan Sera segera menghubungi gadis itu untuk membatalkan janji nontonnya,,padahal sudah jauh-jauh hari mereka merencanakan ini. "Serius?,, kan aku udah bilang Tuan Arkana itu kejam", ucap Sera di seberang telepon. "Mau bagaimana lagi hitung-hitung untuk belajar lagian juga impian ku memang jadi sekretaris,,semoga ini jadi awal yang baik",ucap Arayana dengan pikiran yang positifnya. "Oke lah lain hari aja kalau gitu,,yang semangat yah bebku semoga aja sih Arkana Arkana itu sakit jadi kamu cepat pulang dan kita jadi nontonnya hahahah", ucap Sera sambil tertawa terbahak-bahak. " Huust nggak baik ngomong seperti itu", ucap Arayana.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN