BIANCA POV "Sayang, ayo kita jadi makan. Ini sudah hampir siang" ucapku sengaja agar Davira pergi. "Aku ada rapat" ucap Willy berdiri dan langsung melangkah keluar dari pintu. Blam Pintu tertutup saat Willy sudah benar-benar keluar dari ruangannya sendiri dan meninggalkanku bersama Nenek sihir Davira. "Hahaha. Kamu tidak akan pernah mendapatkan hati Willy. Asal kamu tahu Willy itu sangat mencintaiku. Mungkin kamu hanya sebatas pelariannya saja. Atau kamu Cuma sebagai alat agar nama baik keluarganya tidak tercoreng. Bianca-Bianca bodoh sekali kamu, mau menikah dengannya. Atau jangan-jangan kamu seperti wanita-wanita diluar sana yang ngefans pada Willy, sehingga dengan senang hati menerima menjadi istrinya. DASAR MURAHAN" ucap Davira dengan tersenyum sinis. Plak "Tutup mulutmu" desisk

