23. Wina

2398 Kata

Bianca POV “Hai, boleh beri waktu aku dan Bianca berdua saja” ucap Willy tersenyum kepada Icha dan Naena. “Boleh, silahkan. Kebetulan kita mau pulang” ucap Icha dengan tersenyum kuda. Aku melebarkan mata. Apalagi Icha dan Naena melangkah kakinya dengan cepat meninggalkanku dan Willy. Mereka tadi bukannya ikutan kesal dengan Willy, bukannya mengusir Willy malah mempersilahkan masuk. AKu melihat Willy masuk dengan membawa plastic berisi makanan pesananku tadi. Selera makanku langsung hilang dengan tiba-tiba karena kehadiran dirinya. Aku pun mengambil tas dan ponselku. Aku memilih untuk pergi menyusul Icha dan Naena daripada aku meladeni pria ini. “Bii, mau kemana?” tanya dengan sengaja menghalangi jalanku di depan pintu. “Minggir! Aku mau pulang” jawabku ketus. “Makananmu bagaimana?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN