19. Mual dan Muntah

1944 Kata

Willy POV Deg Kenapa tiba-tiba jantungku berdebar seperti ini. Aku menahan nafas karena payudaranya menempel di dadaku. Ini sangat terasa sekali. Apa jangan-jangan dia tidak menggunakan bra saat tidur. Dengan ragu tanganku meraba punggungnya. Benar tubuhnya hanya tertutupi oleh piyama. “Bianca, Please jangan bergerak lagi. Bisa-bisa aku yang menjadi panas karenamu” ‘Shiit’ Bianca masih bergerak menyamankan posisinya. Walau saat ini tubuhnya sudah tidak menggigil, tetapi aku menjadi tegang. Bi, tolong berhenti bergerak. Kalau kamu masih bergerak aku tidak yakin bisa menahannya Bi. Aku ini laki-laki. Aku bernafas lega ketika merasakan dia sudah nyaman dan mulai nyenyak. Aku menatap wajahnya yang tertidur pulas. Aku baru menyadari dia terlihat begitu cantik natural, tidak seperti Davira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN