VILLA ARGAN | 09.15 AM Kabut pagi masih menyelimuti Villa Argan, tipis dan halus seperti selendang sutera yang melayang di antara pepohonan zaitun tua. Udara dingin membawa aroma embun bercampur samar wangi kayu dari perapian yang belum sepenuhnya padam di ruang utama. Di teras marmer hitam, secangkir espresso beruap tergeletak tanpa tersentuh di atas meja kaca, pantulannya mengaburkan siluet langit yang mulai berpendar keemasan. Di kejauhan, angin lembut menggoyangkan dedaunan, menciptakan simfoni halus yang berpadu dengan langkah ringan sang pembantu yang semakin mendekat. Diandra dan Fenny tetap tenggelam dalam ritme olahraga pagi mereka, gerakan mereka teratur, seolah menyatu dengan ketenangan yang menyelimuti villa itu, sebuah keheningan yang mengisyaratkan lebih dari sekadar awal h

