Fahry tengah sibuk membuat makanan untuk sarapan putranya. Lalu tiba-tiba saja, perutnya terasa seperti bergejolak. Ia lari ke kamar mandi yang ada di dekat dapur dan menumpahkan isi perut. Pria itu melangkah dengan gontai menuju ke ruang tengah dan duduk di sana sambil menyandarkan punggung pada sandaran kursi. Baru saja mendaratkan diri di atas kursi, mual itu sudah kembali datang. Ia pun berlari ke arah wastafel yang letaknya ada di ruang makan. ''Bau dari mana ini? Bikin aku mual dan pusing aja,'' gumamnya sembari mengusap perut. Baru saja beberapa langkah, rasa mual itu ia rasakan lagi, membuat Fahry mau tidak mau harus kembali menuju wastafel. ''Papa, mau cama mama." Baru saja melangkah kaki menjauh dari wastafel, bahkan rasa mual pun belum juga hilang, Arkana sudah menangis sem

