Gerimis dan hujan badai tak menghalangi Ayana untuk ke rumah Rahma. Ia menerjang hujan dengan laptop di singkapkan ke pelukannya. Membawa payung dengan di terjang hujan. “ Aih!! Hujannya main keroyokan! Engga jantan! “ keluh Ayana sambil mengelap jidat dan rambutnya yang basah karena terkena hujan. Ia menatap pintu yang tertutup dan sesaat Ayana tersenyum simpul. “ Ass- “ belum selesai mengucapkan salam, Rahma sudah muncul sambil mengamati Ayana dari atas sampai bawah. “ Kecebur got? “ sindir Rahma dengan penampilan Ayana yang terlihat berantakan. “ Assalamu’alaikum adik ipar … “ salam Ayana sambil nyelonong masuk. Manik matanya langsung mencari cari sosok yang jadi motivasinya untuk bernafas dengan cepat dan jantung wara wiri loncat. “ Wa’alaikum salam …. “ Rahma cuma geleng geleng.

