Gerimis.

2105 Kata

                  Hampir pukul sembilan malam. Ayana sudah tak nyaman saat berlama lama di rumah Rahma. Hujan memang sedikit reda. Tapi kejadian tadi, alasan ketidak betahannya.                 “ Udah selesai belum? “                 Rahma heran karena sejak tadi Ayana hanya diam dan tak melakukan sesuatau. Mata gadis itu mengerjap. Mata bulat dan hidung bangirnya tetap memperlihatkan kecantikan keturunan ibunya. Hanya saja dengan aura yang berbeda. Ibunya ceria dan periang. Ayana versi lebih kalem dan periang.                 “ Mau pulang, Rahma, udah malem. Ayana mau balik, besok besok kita ngerjain skripsi di rumah Ayana aja ya … “                 “ Kenapa? “                 “ Biar ada variasi. “ jawab Ayana singkat.                 “ Hem gara gara tadi salah ngira orang ya? Taun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN