Ayana sudah bersiap untuk ke masjid pagi ini. Setelah tidak datang bulan, ia berniat untuk sholat di masjid setiap pagi. lillahitAzam. Intinya, niat pertama itu sholat. Niat kedua karena Azam, ketiga karena Azam dan seterusnya. Pucuk di cinta batangpun tiba. Ayana yang baru keluar rumah dengan setelah mukena yang dia pakai, langsung berpapasan dengan Azam yang juga akan sholat subuh di masjid. “ Mas Azam … “ ucap Ayana dengan riang. Dan sialnya, Rahma menertawakannya karena Ayana di cueki Azam. “ Jangan ketawa! “ bentak Ayana dengan suara tertahan. Sekali lagi. Ayana akan mencobanya. “ Mas Azam … “ panggil Ayana dengan riang. Dan lagi lagi ia tak di jawab, Azam masih berjalan dengan santai tanpa menjaw

