Alergi Ayana.

2321 Kata

                  Azam masih duduk di depan mejanya. Ia tak bisa fokus karena nyamuk yang berdengung di sekitar telingannya.                 “Assalamu’alaikum ….” Suara salam di malam hari itu mengganggu konsentrasi Azam. Bukan karena suaranya, tapi ketukan pintunya. Seperti rentenir.                 “Wa’alaikum salam …” Azam mebukakan pintu dan langsung terkejut. Ayana sedang berdiri di ambang pintu. Yang Azam kejutkan, karena Ayana tidak memakai hijab. Cengiran Ayana menambah ngeri suasana.                 “Ngapain kamu di sini …?” tanya Azam sembari menatap langit langi. Astaghrifullah! Ini entah keberapa kali Azam harus menghindari bisikan setan laknat di telinganya. Yang membisikan, ayo liat dilihat dilihat. Barang mulus! Barang bagus! Rasanya Azam ingin menyemprot setan itu kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN