Sudah hampir sepekan, dan Gabriel hanya sibuk melatih dirinya sendiri entah itu berlatih pedang ataupun melatih kekuatan sucinya. Urusan kebun sudah ia serahkan sepenuhnya pada Rudolf sebagai penanggung jawab, sedangkan Caravan ia tugaskan untuk memasuki persenjataan secara diam-diam. Rencana kepergiannya ke istana, sama sekali tidak diketahui oleh semua penduduk kota tua. Itu bertujuan agar penduduk yang mayoritas merupakan manusia berusia lanjut, tidak merasa cemas atau khawatir. Itulah kenapa Gabriel bahkan berlatih secara diam-diam di halaman belakang rumahnya. "Saya sudah buatkan air jeruk peras untuk Pangeran. Apakah Pangeran ingin beristirahat lebih dulu?" Gabriel menghentikan ayunan pedangnya, menoleh sekilas pada Acelia yang baru saja meletakan segelas cairan berwarna kuning d

