Merenung, Gabriel hanya berdiri dengan satu tangan menggenggam erat pedang suci miliknya. Waktunya sudah tiba. Waktu dimana dia akan kembali ke istana sebagai seseorang yang sudah terusir. Segala persiapan sudah dia lakukan, walaupun dirinya rifai berniat membuat pemberontakan, namun jika pihak Lauretta mengetahui kabar kedatangannya, maka Gabriel yakin wanita itu akan melakukan segala hal untuk mencegah langkahnya memasuki istana. Maka dari itu setelah banyak pertimbangan dan diskusi bersama dengan Caravan, Satu-satunya orang yang dia percaya, Gabriel akhirnya memutuskan untuk datang sebagai orang lain. Bukan terang-terangan sebagai Pangeran pertama, mantan Putra Mahkota. Mungkin rencananya tidak akan berjalan mulus sesuai apa yang sudah dia persiapkan, maka dari itu dia sudah memaksi

