“Akang cari informasi apa tentang aku?” Yuni bangun dari tempat tidur dan menghampiri sang suami lantas menyerahkan ponsel di tangannya. “Akang cari informasi apa tentang aku?” ulangnya dengan seraut yang tak bisa diterjemahkan. Gema mendesah pelan, mengajak sang istri duduk di sofa setelah meletakkan keresek belanjaannya di meja. Tangan pria itu terulur merapihkan rambut Yuni yang agak berantakan lalu menawarinya untuk dikepang. “Emang Akang bisa ngepangin rambut?” Gema terkekeh. “Tentu saja mudah sayang. Nanti kalau kita punya anak perempuan juga Akang yang akan menata rambutnya setiap hari.” Yuni tesenyum dengan rona bahagia mendengar sang suami mengatakan hal sesederhana itu saja. Tapi kemudian rautnya berubah galak lagi. “Ish! Kok jadi ngalihin pembicaraan sih? Akang sengaja y

