MSH 59 - Kebenaran

3027 Kata

Yuni masih menangis sambil berbaring di tempat tidur. Kedua sahabat Yuni sudah kehabisan akal untuk membujuknya makan. Lala bahkan sudah memesankan nasi kebuli, samosa dan roti maryam kesukaan Yuni saat mereka masih kuliah dari seorang kawan yang biasa membuatnya. Tapi wanita itu masih kukuh dengan pendiriannya. Meringkuk di atas tempat tidur sambil menangisi masalahnya. “Makan yuk, Nyai. Lala udah beliin nasi kebuli loh dari Fatimah. Yuk, makan yuk! Nanti Naga-nya laper.” “Gue nggak pengen makan, Ka. Gue pengen liat Abah.” “Iya. Tapi makan dulu, Rahayuningtyasih. Ke ruamh sakit juga butuh tenaga. Ayo buru makan. Gue suapin ya?” bujuk Lala.  Sayangnya wanita itu masih kukuh dengan pendiriannya. “Neng, makan yuk! Nanti sakit. Kalau sakit gimana mau liat Abah? Ingetnya ke sana, yuk! Bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN