Agni - 33

2093 Kata

“Ulang tahun Daffi mau dirayain?!” “Iya.” “Wahh! Yeeee! Nanti ada badutkan Tante?” “Iya Daffi.” Bocah lima tahun—atau sebentar lagi genap berusia enam tahun itu memekik senang saat mendengar kabar dari Tantenya. Sangking bahagianya ia melompat-lompat membuat Raihani khawatir bocah itu akan terjatuh. “Daffi seneng?” tanya Rai pada keponakannya. “Seneng Tante! Nanti ada Ibu sama Ayah kan?” tanyanya lagi dengan mata berbinar. “Kalo tahun-tahun kemaren kita ulang tahunnya di Panti Asuhan, sekarang boleh ngundang temen-temen Daffi kan? Kan?” tanyanya Daffi tak sabaran. “Iya, nanti ajak semua temen Daffi.” Raihani sedikit merasa kasihan jika mengenang kembali tumbuh kembang Kadaffi. Bisa dibilang bocah itu tumbuh tanpa ada sentuhan Ayah dan Ibu, namun itu dulu. Ah, rasanya Rai ingin sekal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN