Agni - 42

1824 Kata

“Ibuu, Ibu.” Agni menoleh ke arah Kadaffi yang menarik-narik dasternya. “Apa, nak?” tanya sang Ibu. “Daffi tadi diajak Kak Bian main ke taman disini, seru, Bu, gelap heheh. Enggak ada yang main,” ceritanya sambil tersenyum lebar. Agni ikut tersenyum melihat Kadaffi yang begitu antusias menceritakan pengalamannya. Sedikit wanita itu merasa bersalah karena membuat anak-anaknya keluar ketika hari masih gelap, namun hal itu ia lakukan agar mereka tak melihat Abimanyu, bagainana pun itu bukan contoh yang baik. Wanita itu tidak ingin membuat Araka, Abian dan Kadaffi ketika dewasa nanti meniru hal itu sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan masalah. “Kami juga beli nasi uduk. Ayah mana, Bu?” tanya Kadaffi sambil celingak-celinguk mencari keberadaan sang Ayah. “Ayah lagi mandi,” jawab Agni.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN