Agni - 41

2004 Kata

“Selamat pagi Ibu hihihi...” Agni mengerjapkan matanya beberapa kali ketika merasakan seluruh wajahnya basahnya. Ketika matanya sudah terbuka sempurna, hatinya menghangat ketika melihat senyum lebar Kadaffi yang berada tepat di depan wajahnya. Nampaknya pelaku yang membuat wajah Agni basah adalah ciuman bocah ini. “Daffi kok udah bangun?” tanya Agni ketika bocah itu kembali merebahkan tubuhnya disamping Agni. Tangannya mendekap Ibunya erat. “Udah enggak ngantuk lagi, Bu,” ujarnya merubah posisi menghadap ke arah langit-langit rumah Agni. Agni menggerakan kepalanya ke kiri dan ke kanan, melihat Araka dan Abian yang masih tertidur nyenyak. Pantas saja, jam kecil yang ada di kamarnya baru menujukan pukul setengah empat pagi. Dan hari diluar masih gelap. “Ibu, ibu,” panggil Kadaffi menole

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN