Agni - 15

1987 Kata

“Thanks, Tur!” “Yoi!” Araka menepuk pundak Fatur yang kemudian dibalas anggukan oleh laki-laki seusianya itu. Pria yang rumahnya tak terlalu jauh dari rumahnya itu melajukan motornya ketika hari hendak beranjak menjadi gelap. Tin! Tin! Lelaki yang masih mengenakan baju putih abu-abu itu teperanjat ketika mendengar suara klakson mobil yang begitu dekat sengannya. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah mobil yang menggagetkannya tadi. Mobil Ayahnya. “Bukain Kak,” suruh Abimanyu sambil menurunkan kaca mobilnya sedikit membuat Araka memutar bola matanya. Setelah mobil Ayahnya masuk, ia kembali mengunci pintu pagar. Araka pikir Ayahnya itu sudah masuk lebih dulu dan meninggalkannya seperti biasa tapi ternyata lekaki itu masih menunggunya didepan pintu rumah. “Kok pulangnya udah s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN