“Saya yang harusnya yang meminta maaf,” ujar Abimanyu sambil mencium pucuk kepala Agni. “Mas kemana?” Wanita itu mendongak dalam dekapan Abimanyu. Perasaannya saja atau bagaimana, wajah Abimanyu kini nampak berbeda, lelaki itu seperti tengah menahan emosinya. Abimanyu mengurai pelukan mereka. “Apa saja yang lelaki b******n itu sentuh, Agni?” tanyanya sambil menatap bola mata Agni. “Dia mencoba memegang tangan tapi aku menepisnya.” Jujur, rasa takut itu masih tersisa didalam hatinya. Ia tidak mau lagi memikirkan dan berharap tak lagi bertemu dengan lelaki itu. Tapi, rasa penasaran tentang hilangnya lelaki itu membuat Agni bertanya pada Abimanyu. “P-pria itu kemana, Mas?” “Untuk apa lagi kamu menanyakan pria itu?” Rahang Abimanyu mengeras, Agni yang melihatnya menundukan kepalanya, tak

