Agni - 17

1863 Kata

“Kok Ibu belum pulang juga ya, Kak?” “Kita tidur aja, yuk, Fi? Udah malem.” “Daffi mau tunggu Ibu, Kak.” Bocah itu kembali memperhatikan pintu pagar rumahnya dari teras. Terus berharap pintu itu terbuka dan disusul suara mobil milik Abimanyu. “Ibu enggak akan kemana-mana kok.” Abian mengusap rambut bocah itu. Kini keduanya berada di sofa yang ada di teras, tubuh keduanya berhimpitan didalam satu selimut tebal yang membuat mereka tetap hangat dari udara dingin malam. Kadaffi menatap Abian dengan bola mata bulatnya. “Tapi, Kadaffi mau minta maaf sama Ibu.” “Tadi bukannya di telpon udah.” Abian tidak tahu apa yang dilakukan Araka pada Kadaffi saat Abimanyu dan Agni pergi, ia diminta Araka untuk berada di kamar kakaknya itu dan jangan keluar sebeluk dipinta. Katanya, si sulung itu ingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN