“Ibuu, Daffi enggak ngantuk.” Gerakan tangan Agni yang mengelus puncak kepala Kadaffi tidak berhenti kala bocah itu menoleh ke arahnya dengan mata bulat yang menandakan bahwa kantuk belum menyerangnya. Wanita itu tersenyum lembut membuat Kadaffi ikut melengkungkan senyumnya. “Daffi mau dibacain cerita,” ucap bocah itu membuat kening Ibunya mengerut. Agni menghentikan elusannya. Ia semakin merapatkan tubuhnya ke arah sang anak. “Cerita apa, nak?” tanya Agni. Jika Kadaffi meminta dibacakan dongeng mungkin Agni akan kesulitan, sebab wanita itu tak pernah membacakan cerita itu pada Abian. Anaknya itu lebih suka membacanya sendiri ketimbang Ibunya yang membacakan, kata Abian bukannya bercerita, Agni malah bertanya-tanya tentang dongeng itu yang membuatnya kesal. “Cerita tentang Kak Bian.”

