Pria itu menghela nafas. Tiba-tiba ia merasa bersalah atas semuanya. Mungkin jika ia mendengarkan ucapan Jake dan Killian bahwa Frans tidak bersalah, pria itu masih bisa menikmati udara kota New York. Ucapannya bahwa ‘penyesalan selalu datang terlambat’ benar-benar menampar dirinya. Penyesalan pun kini tak ada gunanya. Frans sudah berbaring kaku pada ranjang besi dalam ruang otopsi ini. Tubuhnya sudah berubah warna menjadi pucat dengan mata tertutup sempurna. Tapi bukan rasa bersalah yang membuat Nate meninggalkan Andria yang pingsan saat melihat Kamilla membunuh Frans, tetapi karena hal lain. Ada sesuatu dalam diri Nate yang memerintahnya untuk melakukan hal ini, mungkin rasa bersalahnya ikut andil. Nate berdeham pelan. “Well, kita tidak pernah punya kesempatan untuk berkenalan secara l

