Chapter III. 10 : Alicia

4616 Kata

“Kamu nakal ya!” Ujarnya sembari meremas batangku yang keras itu. Namun remasan bukan sebagai hukuman bagiku, tetapi sebagai godaan bagiku untuk melakukannya lagi. Lalu ia bangkit dari poisi jongkoknya. Aku yang tetap terduduk hanya bisa memandang buah dadanya yang menggelembung dan putingnya yang mencuat dari balik kain yang tak sepenuhnya menutupi tubuhnya. Lalu, ia melangkah menuju pintu dan menutupnya. Saat itulah aku ingin berdiri dan mencumbunya. Namun ia mendorong tubuh kekarku hingga aku kembali terduduk di kursi itu. “Tenanglah!” bisiknya sembari tersenyum kearahku. Jemari lentiknya mencakar dadaku, namun cakaran itu tak berarti untukku. Lalu salah satu tangannya menarik ikatan rambutnya, seketika rambut emasnya tergerai menunjukan keindahannya. Aku yang termenung, hanya bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN