setelah beberapa hari sandra tidak pernah bertemu devan ,
dia bersyukur karena Setiap ada meeting dengan direktur nadinlah yang selalu hadir.
sedangkan di ruangannya devan merasa gelisa , bayang-bayang kejadian waktu lalu selau mengganggu pikirannya.
sudah beberapa hari ini dia uring-uringan di tambah anaknya tidak mau berbicara dengannya.
dari luar terdengar suara ketukan pintu ,dan tak lama masuklah seseorang yang sudah lama tidak bertemu dengannya .
seketika devan kaget melihat sahabatnya yang sudah lama menghilang.
ya Allah riski Lo kemana aja selama ini ucap devan sambil memeluk sahabatnya itu.
riski yang risi di peluk sahabatnya merasa risi, tolong dong pelukan nya di lepas gue masih normal canda riski.
hehehehehe habisnya baru ketemu bro , eehh ki lo kemana aja ,setelah lulus sekolah lo langsung menghilang gitu aja cecar devan lagi.
bisa enggak tanyanya satu -satu bigung gue mau jawab yang mana jawab riski,
oke sekarang lo Cerita terserah deh mulai dari mana gue pingin dengar.
oke oke , akhirnya riski menceritakan kenapa dia selama bertahun-tahun tidak ada kabar,
devan mendengarkan cerita sahabatnya dengan saksama,
jadi kapan lo balik ke sini tanya devan,
gue di Indonesia sudah sebulan bro,
di sela percakapan mereka tiba-tiba handphone devan berdering ,di layar tertera nama mamanya,
devan lansung mengangkat,
halo ma....
baik ma aku segera pulang sekarang.
ki maaf sepertinya di lain waktu kita lanjut lagi ,anak gue sakit terang devan ,
yaudah van gue enggak apa-apa lo buruan pulang kasihan si jagoan , semoga dia cepat sembuh .
akhirnya devan meninggalkan riski dan langsung pulang ke rumah setelah mendengar anaknya sakit.
sandra yang melihat devan terburu-buru heran ,kenapa tu si killer lari-lari kayak di kejar hantu batin sandra,
sesampainya di rumah dia melihat anaknya lemas ,astaga raja kenapa kamu nak sambil menempelkan tangannya di dahi raja.
daddy laja cakit ,kepala laja pucing adunya dengan suara yang lirih,
kita ke rumah sakit sekarang ya sayang ajaknya ,, sementara neta sibuk mengompres dahi cucunya.
ma kenapa bisa raja demam seperti ini tanya devan.
mama juga enggak tahu van , semalam dia ngigau panggil -panggil tante cantik kata neta menjelaskan keadaan cucunya.
laja maunya cama tante cantik dadd ,laja kangen cama tante ,
seketika devan diam membisu , tante yang di maksud anaknya itu adalah sandra orang yang pernah dia permalukan di depan umum.
raja sama daddy aja ya ,sama oma juga bujuk devan ,
enggak dadd laja maunya cama tante cantik.
van mama minta tolong ajak sandra ke sini ,mama khawatir sama keadaan raja pinta mamanya .
tapi ma pasti sandra enggak mau ,dia pasti enggak mau ketemu devan lagi jawabnya.
kamu juga van seharusnya kamu tidak seperti itu sama wanita , iya ma maafin devan .
ya sudah kamu cepat ke kantor ajak sandra ke sini demi anak kamu ,jangan pulang sebelum kamu membawa sandra.
akhirnya mau tidak mau devan kembali ke kantor , di perjalanan devan merasa frustasi , dia memikirkan bagaimana caranya dia meminta sandra untuk ikut ke rumahnya.
sesampainya di kantor devan langsung ke ruangan sandra ,
nadin yang ada di ruangan itu merasa terkejut dengan kedatangan direktunya,
permisi saya mau mencari kasandra ,
tanpa basa-basi devan langsung menanyakan keberadaan sandra,
maaf pak devan sandra sedang ada meeting bersama divisi keuangan jawab nadin takut-takut.
oh begitu tanpa berterima kasih devan keluar dari ruangan itu dan menuju dimana sandra berada,,
tok..tok..tok..
devan mengetuk pintu dan langsung masuk ke rungan meeting,
semua yang berada di dalam kaget dengan kedatangan direktur mereka termasuk sandra .
maaf pak devan ada yang bisa saya bantu tanya salah satu anggota meeting,
maaf semuanya jawab devan, saya ingin menemui sandra ,saya ada keperluan , sandra yang mendengar namanya di sebut langsung gemetar dia takut devan akan marah lagi.
baiklah pak silahkan , sandra yang melihat tatapan devan langsung bangkit dari duduknya mengikuti devan menuju ruangannya .
di ruangan direktur devan menyuruh sandra duduk di sofa ,
suasana ruangan itu menjadi hening keduanya tidak ada yang bersuara..
akhirnya sandra berinisiatif memulai percakapan ,,
hem maaf pak devan ,kenap bapak mencari saya tanya sandra dengan hati-hati.
lama devan menjawab....
sebenarnya saya mau minta maaf sama kamu kasandra ,
sandra diam mendengar kata-kata devan.
saya minta maaf atas sikap saya yang memarahimu waktu itu , seharusnya saya tidak memarahimu di depan umum ungkap devan.
oh itu saya sudah memaafkan bapak dan saya yang seharusnya minta maaf karena kecerobohan saya ,
devan mengerjitkan dahinya bingung,segampang itu kamu memaafkan saya tanya devan lagi,
iya pak bukankah kita harus saling memaafkan terang sandra.
terimakasih karena kamu sudah memaafkan saya ucap devan,
tapi kasandra saya ingin meminta pertolonganmu,
sandra semakin bingung lagi, pertolongan apa pak tanya sandra ,
kasandra maukah kamu ikut ke rumah saya tanya devan,
mmmmm kalau itu maaf pak devan,saya banyak pekerjaan jadi saya tidak bisa ke rumah anda jawabnya dengan halus,
saya mohon sama kamu kasandra anak saya sedang sakit,dia demam tinggi terus memanggil nama kamu ,
apa...?
raja sakit??
pantas saja sandra selalu memikirkan tentang bocah itu, sampai-sampai dia bawa ke dalam mimpi,
iya kasandra ,saya mohon ikutlah ke rumah saya walaupun hanya sebentar devan menurunkan egonya demi sang anak.
baiklah pak ayo kita pergi sekarang , tiba-tiba sandra yang jadi panik sampai devan bingung,
tapi dia tidak terlalu pusing melihat perubahan ekspresi sandra,yang terpenting anaknya segera sembuh.
akhirnya mereka pergi bersama , sebenarnya sandra canggung satu mobil dengan devan tapi karena desakan dari devan akhirnya dengan terpaksa dia menuruti.
di perjalanan keduanya saling diam hingga mobil sampai di pekarangan rumahnya devan.
sandra seketika takjub melihat rumah bosnya , seumur hidup baru pertama kali dia melihat rumah semegah itu.
apalagi saat sandra melewati pintu utama matanya tidak berkedip sama sekali melihat barang-barang mewah yang di taksir melebihi gajinya sebulan bahkan satu tahun. ,
hingga suara lirih raja membuat sandra tersadar dari lamunannya.
astaga raja sayang kamu kenapa tanya sandra sambil memeluk raja.
laja cakit tante ,jawab raja
raja sudah minum obat ?
belum tante ,laja mau di temanin cama tante ucap bocah itu,
ya sudah kamu minum obat dulu ya sayang , akhirnya setelah sekian banyaknya drama raja mau meminum obat.
tante jangan tinggalin laja ya ,tante di cini aja temanin laja bobok,
ya sayang tante temanin raja , sekarang raja istirahat ya bujuk sandra.
akhirnya raja tertidur dengan memeluk tangan sandra.
neta yang melihat itu semua merasa lega karena cucunya tidak rewel lagi,
terimakasih ya nak sandra sudah bersedia datang demi cucu saya.
tidak apa - apa nyonya karena saya juga sayang sama raja .
Hem kasandra bisa kita.....
fitrihandayani