Sejak pagi, Maureen dan Arman sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju rumah Alvaro. Rencananya, hari itu mereka akan survei barang-barang di rumah itu, yang mana bisa disimpan dan mana yang harus dijual atau disumbangkan karena mereka telah memutuskan untuk segera menjual rumah tersebut. Setibanya di sana, mereka tampak mengerutkan dahinya melihat pintu gerbang rumah itu terbuka. “Lho? Bukannya pintu ini harusnya dikunci, ya?” ujar Maureen. “Iya, Ma. Mungkin karena garis polisinya udah dibuka makanya pintu gerbang ini gak dikunci lagi,” timpal Arman. “Lho? Masa pak Danu gak ngasih tau kita dulu kalau mau buka pintunya?” “Gak tau juga, Ma. Kita cek aja yuk ke dalam. Kayaknya ada orang deh, Ma. Itu pintu rumahnya juga terbuka.” “Ayo, kita cek.” *** Alicia segera berusaha melep

