Chapter 20

1522 Kata

Berkali-kali aku menghubungi si bule. Berkali-kali pula aku terus bertanya di grup tentang kebenarannya. Apakah benar orang yang tengah mendekatiku itu hanya main-main saja? Apakah ia nantinya hanya akan memanfaatkanku saja? Mendekati untuk membuatku nyaman dan menaruh harapan padanya, lalu bisa dengan leluasa mengendalikanku.  Aku tidak fokus mengerjakan beberapa hal karena terus saja memikirkan ini. Semua chat di WAG tak ingin k****a lagi. Bagaimana jika iya? Bagaimana jika memang selama ini, orang yang terlihat sungguh-sungguh peduli, ternyata hanya main-main saja. Apakah kesedihanku ini adalah lelucon bagi kebanyakan orang? Apakah di dunia ini ada banyak orang yang dengan mudahnya memanfaatkan kesedihan dan kesusahan orang lain. Aku pikir, bule ini berbeda .... Aku pikir, meskipun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN