Chapter 19

1644 Kata

Aku kembali saat hari sudah menjelang malam. Setelah puas ber-selfie ria bersama teman-teman, aku langsung ke kamar, merebahkan diri bersama si cantik mungil kesayanganku. Raga mengetuk pintu. "Keluar dulu. Ada yang ingin aku bicarakan." Aku malas menjawab. Lelah sekali rasanya. Mengingat, setiap percakapanku dengan Raga pasti akan berakhir dengan terjadinya perang dunia. Aku yang belum bisa memaafkan Raga selalu mudah terpancing dan Raga dengan keegoisannya selalu punya alasan untuk membela dirinya benar. Selalu seperti itu.  "Ma, aku ingin bicara. Aku akan mengakui semuanya." Mengakui? Ah, tanpa perlu mengakui aku pun sudah tahu. Jadi, tak perlu ada pengakuan dan penjelasan lagi. Aku sudah muak. "Aku ingin minta maaf." Aku masih tak tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Raga. Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN