Shanum terus menggenggam erat foto putranya, dia tak mampu mengatakan apa-apa lagi melihat bayi mungil yang sudah tiada ini. Akhtar yang duduk di samping Shanum langsung meletakkan kepala Shanum di pundaknya. “ Menangislah num, aku tahu betapa sakitnya kamu. Karena aku pun merasakannya, aku juga kehilangannya.” “ Maaf sayang, maafkan mama karena mama sudah membunuhmu, mama yang membuatmu meninggal. Semua karena mama. Andai saja mama lebih hati-hati kamu pasti masih disini Kaf.” Ucap Shanum. “ Jangan menyalahkan dirimu seperti ini num, aku tahu kamu sedih.” Shanum langsung menjauh dari suaminya. “ Kamu ngga tahu mas, kamu ngga tahu rasanya jadi aku. Kamu ngga merasakan apa yang aku rasakan. Aku yang sudah membuatnya begini mas, aku.” Teriak Shanum. Dan Akhtar langsung terbawa emosi m

