Air Mata Casilda Terus Mengalir Tanpa Henti. Dia Mengepalkan Tangannya Kuat – Kuat Sambil Mengigit Bibirnya. Casilda Ingin Sekali Marah, Tapi Hanya Bisa Dia Pendam Tanpa Diluapkan. Dia Sudah Mulai Lelah Dengan Keadaan Ini. Menangis Adalah Jurus Terakhir Yang Bisa Dia Lakukan. Sangat Bodoh? Mungkin Casilda Terlihat Sangat Bodoh Karena Terlalu Sabar Dan Lemah Menghadapi Semua Ini, Tapi Percayalah Dia Sendiri Tidak Ingin Seperti Ini. Tok…Tok…Tok Pintu Kamar Diketuk Beberapa Kali Dengan Cepat. “ Casilda! Buka Pintunya! “ Teriak Bian Dari Luar Kamar. Lelaki Itu Terlihat Cemas Karena Suara Tangis Casilda Cukup Keras. Casilda Diam Tidak Merespon. Tangisnya Malah Semakin Pecah. Dia Menekuk Kedua Lututnya Lalu Menenggelamkan Kepalanya Sambil Terisak. “ Casilda, Please!

