Malam Berganti Pagi. Matahari Mulai Menampakan Sinarnya Memberikan Kehangatan Di Bumi. Kini Bian Duduk Termenung Di Sofa Dengan Pandangan Lurus Ke Arah Casilda Yang Masih Terlelap. Sejak Malam, Dia Tidak Bisa Tertidur Karena Otaknya Dipenuhi Segudang Fikiran Yang Tidak Dapat Dia Simpulkan Intinya. ‘ Aku Serius Waktu Aku Bilang Akan Pergi Tinggalin Kamu Kalau Masih Tetap Dekat Dengan Irish! ‘ Ucapan Itu Terus Saja Terngiang Di Otaknya Bagai Kaset Kusut. Setiap Kali Mengingat Kalimat Itu, Bian Tidak Berdaya. Itulah Penyebab Kepalanya Kini Mendadak Pusing. Bian Menganggap Irish Hanyalah Teman Biasa, Tapi Dia Tidak Menyadari Kalau Kedekatannya Itu Terlihat Lebih Dari Sekedar Teman. Kini Bian Sedang Berada Di Ambang Kebingungan. Dia Tidak Ingin Casilda Meninggalkannya, Tapi Dia

