Malam menunjukkan pukul 7, keluarga yang akan melamar Prita sudah datang dan kini duduk di ruang tengah menunggu makan malam tersaji. Mereka sudah bercerita tentang tepatnya pernikahan akan dilangsungkan dan pernikahan juga akan di langsungkan di rumah ini, sebesar itu kasih sayang Lussie kepada Prita hingga Prita di nikahkan dengan cara yang baik. Semoga saja Ferdi bisa menjadi suami yang baik untuk Prita. Setidaknya jangan ada masalah orang ketiga dalam rumah tangga mereka. Jika terjadi selisih paham tak masalah, asalkan jangan sampai ada orang ketiga. “Gue nggak nyangka, Fer, lo mau nikah sama kakak gue,” kekeh Luvina menatap Ferdi yang sejak tadi menatap Prita malu-malu. “Cantik kan kakak gue?” “Cantik banget,” jawab Ferdi. “Jadi, lo seneng nggak nih di jodohin sama orangtua lo?” “

