Pagi menunjukkan pukul 9, Luvina menekan kepalanya kuat, ia baru bangun, sejak semalam kepalanya sangat berat, sudah satu Minggu ini Fahri tak pulang ke rumah, membuat Luvina benar-benar di kuasai rindu dalam hati, kemana suaminya, meskipun masih sering saling bertukar kabar, tapi perasaan Luvina benar-benar tak enak. Terakhir kali bertemu suaminya ketika suaminya itu menelponnya dan memberinya kabar bahwa akan terbang ke Kalimantan. Sebenarnya Luvina tak masalah jika suaminya itu memang benar-benar pergi ke Kalimantan untuk mengurus proyek yang bermasalah tapi hal yang Luvina tak sukai ketika suaminya itu mengatakan akan pulang namun nyatanya selalu gagal pulang, Luvina juga memaklumi apa yang terjadi pada suaminya apalagi Leon tak di Jakarta, jadinya semua hal yang berkaitan tentang pek

