PDS 113 - Air Mata

1582 Kata

“Selamat ulang tahun istriku, jadilah istri dan ibu yang baik ya, dan maafkan aku yang selalu berbohong dan maafkan aku karena selalu menjadi orang yang menyakitimu,” lirih Fahri menaruh kue ulang tahun di atas nakas rumah sakit yang ada di dekat ranjang pasien. Luvina bergerak gelisah dan mengerjapkan matanya, jari-jarinya bergerak dan akhirnya siuman. “Sayang?” Fahri semringah. “Mas?” Fahri lalu memeluk istrinya erat, namun Luvina tak bisa menolak pelukan suaminya itu karena tubuhnya masih lemah. Luvina menoleh dan melihat kue ulang tahun ada di sampingnya dan ia baru menyadari bahwa ia berulang tahun hari ini. Luvina memejamkan matanya lagi dan kembali membukanya, ia sedang berdoa agar ia bisa lebih baik lagi dan lebih sabar menghadapi suaminya. “Sayang, selamat ulang tahun.” Fahri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN