“Ya lo beneran nggak apa-apa?” tanya Allura yang menyadari bahwa raut wajah Kanaya sudah berubah. Sejak keduanya menapaki lantai tiga dan ada satu pemandangan menyebalkan di depan sana. Tepat di meja bundar, dekat ruang 303. Siapa lagi kalau bukan Abimanyu dan Namora, serta dua teman Abimanyu yang tidak jelas itu. Kanaya kembali dibuat tidak tenang. Pagi tadi, sebelum sarapan, Abimanyu baru saja membuat Kanaya melambung dalam angan dengan sikap lembutnya juga tatapannya yang tulus. Hampir saja membuat kepala Kanaya berpikir jauh. Untuk membuka hatinya pada Abimanyu. Karena yang nampak di hadapannya pagi tadi benar-benar Abimanyu yang berbeda. Bukan Abimanyu yang menyebalkan seperti yang nampak sekarang. “Samperin aja kalau lo merasa nggak terima,” lanjut Allura. Sementara Dhia di sampi

