WAKTU berjalan, hari dan bulanpun berganti. Tak terasa saat ini kandungan Aleah Mahendra sudah berusia tujuh bulan. Perutnya sudah jauh membesar, sedikit menyulitkan langkah Lea untuk beraktifitas. Berat badannya juga naik drastis, tak ada lagi Lea yang mungil seperti beberapa bulan yang lalu. Perubahan bentuk tubuh ini membuat Lea seringkali uring – uringan. Wanita itu seringkali mematut dirinya di depan kaca, kemudian berdecak tak percaya melihat bayangan di depannya adalah dirinya sendiri. Selama dua puluh satu tahun hidupnya, baru kali ini tubuhnya berubah menjadi begitu ‘gendut’ seperti ini. Tapi Raja tak pernah mempermasalahkan sama sekali perubahan itu. Ia hanya akan memeluk Lea dan meyakinkan bahwa mau sebesar apapun tubuh Lea, Lea-nya tetap cantik di matanya, dan ia tak pernah pu

