Setiap pagi, tidak pernah lupa bahkan absen, pria ini terus mengunjungi makam sang istri yang berada tepat di taman dalam istananya. Istana yang dulunya didominasi oleh kecerahan dan keharmonisan, kini malah benar-benar berubah. Awan hitam seringkali menghiasi langit di atas istana tersebut. Menjadikan istana terlihat temaram dari biasanya. Mungkin alam tahu jika sang raja masih bersedih karena telah kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya. Usapan lembut di lengan kekarnya sama sekali tak mengganggu pria ini. Matanya terus menatap pada makam di depan sana dengan nama yang tertera jelas, yakni Celesse. Ini terasa aneh ketika kebanyakan vampir jika tiada akan dibakar yang menandakan ketenangan bagi mereka. Tetapi berbeda dengan Celesse di mana Axele memilih menguburnya

