Celesse merenggangkan tubuhnya. Rasanya dia lelah sekali, dan merasakan sedikit sakit di area bawah sana. Tanpa dia sadari, dirinya tengah diperhatikan oleh sesosok pria yang bersandar di pintu kamar mandi. Sepertinya pria itu baru selesai membersihkan diri. "Nyenyak dengan tidurmu, Sayang?" Celesse memegang dadanya karena terkejut mendengar suara itu. Dilihatnya Axele menatapnya dengan menahan tawa. Celesse mencoba mengingat pertanyaan pria ini. Nyenyak? What the hell! Dia bahkan sangat kelelahan karena Axele benar-benar menghabisinya semalam. Entah sudah berapa kali mereka bermain. Mengingatnya membuat wanita ini merutuki kebodohannya. "Hilangkan pikiran kotormu itu, Sayang. Tapi, jika kamu ingin mengulang kegiatan semalam, aku sama sekali tak keberatan," seloroh Axele dengan nada bia

