TUMBU OLEH TUTUP Rio pun terdiam dan menyadari kesalahannya. Paahal Bude Asih memang ingin menerima sumbangan itu karena dia berpikir itu adalah rezeki untuk almarhum Mbaknya, toh ini untuk kebaikan agar selamatan itu juga tampak mewah sehingga bude Asih tak pernah keberatan. Rezeki tak boleh di tolak namun dia tak ingin mengatakan bahwa itu adalah pemberian dari selingkuhan Rio. "Siapa Gendhis itu, Bu?" tanya keponakan RIo. "Hah? Gendhis?" sahut Bude Asih kaget melihat anaknya sudah ada di belakangnya. "Iya, Gendhis yang Ibu katakan tadi lo," sahutnya. "Oalah, Gendhis gula, Nduk. Kan Gendhis bahasa halusnya gula. Bukan nama orang," ujar Bude Asih mengedipkan matanya ke arah Rio. "Oalah, ayok Mas kita angkat buahnya ke dapur. Tak bantu," ujar keponakan Rion yang di balas anggukan ole

