10. Bingung

1913 Kata
Aidan bingungan dengan apa yang ia lihat, sebenarnya apa yang terjadi aidan masih gak ngerti. Aidan memang tak muncul melainkan pergi dari sana dengan berjuta tanya di benaknya. Keesokan harinya aidan datang ke rumah chrystal ingin lihat kondisinya sekarang. Betapa terkejutnya aidan, rumahnya bersih dan rapih seolah tidak terjadi apa pun kemarin. "Aidan ayo masuk."ucap papih shadam yang sedang menyiram tanaman. Terlihat seperti biasa tidak seperti hari kemarin yang menyeramkan dan penuh cipratan darah. "Iya om, chrystal ada?"tanya aidan basa basi. "Ada, masuk aja ke dalam. Lagi di belajarin masak sama mamihnya."jawab papih shadam. Aidan pun masuk ke dalam, saat di pintu berpapasan dengan david yang sudah bersiap pergi ke sekolah. "Mau berangkat?"tanya aidan. "Ya."jawab david singkat menuju motornya. "David nanti pulang langsung ke asrama."ucap papih shadam. "Ya pih."jawab david memacu motornya ke sekolah. Tak ada yang terlihat aneh jika seperti ini, aidan jadi makin bingung. "Ehhh nak aidan ayo sarapan."ajak mamih valen. "Ini masakan gue loh."sambung chrystal mengajak aidan duduk untuk sarapan bersama. "Chrystal panggil papih mu, ajak sarapan bareng."perintah mamih valen. "Siap mih."balas chrystal menuju papihnya yang ada di luar. "David tadi udah berangkat duluan."ucap aidan. "Oh david memang susah di suruh makan, rokok sama kopi sudah cukup atau apel aja."jawab mamih valen menyiapkan piringnya. Semua pun sarapan bersama. David di sekolah sudah gak duduk bareng suny. David juga gak pernah menyapa suny. Bukan david marah, tapi hanya ingin menjauh demi kebaikan suny. Mauel selalu datang menemui suny, david merasa cemburu namun david tak bisa mengeskpresikannya. Manuel sangat perhatian dan sepertinya sangat mencintai suny juga. Jadi david sedikit lega melepas suny untuk manuel walaupun jauh di lubuk hati david yang terdalam tak rela jika suny dengan yang lain. Pulang sekolah jadwal piket suny dan david. Seperti biasa ali dan tamara melarikan diri. "David."Suny menutup pintu kelasnya dan ini kesempatan suny untuk bicara dengan david. David melihat ke arah suny. "Loe marah sama gue?"tanya suny. "Gak."jawab david singkat. "Tapi loe berubah."balas suny mendekat ke arah david. David mundur karna takut gak bisa mengontrol dirinya sendiri. "Kenapa? Loe udah gak sudi deket sama gue lagi?"ucap suny. "Bukan."jawab david. "Loe jiji sama gue?"suny mendekat ke david lagi. "Gak."balas david. "Gue cinta banget sama loe. Gue bingung."Suny berhenti dan duduk di kursi menaruh kepalanya ke meja. David ingin menyentuh dan mengelus rambut suny tapi david menahannya. "Ahh sudah lah, gue seperti pengemis yang selalu meminta cinta loe tapi apalah gue, cuma gadis miskin yang bisa loe beli dengan uang. Dan gue bagaikan p*****r buat loe. Setelah loe bosan loe jauhi gue."ucap suny menangis dan bergegas mengambil tasnya ingin segera pergi. Namun david mencekal tangan suny. David menarik suny untuk ikut denganya. "Lepas gue mau pulang."ucap suny. "Naik."perintah david menyuruh naik ke motornya. David membawa suny ke apartemennya. "Masuk."David menyuruh suny masuk ke dalam. "Ini di mana?"tanya suny bingung. David membuka lemari yang ada di apartemennya. Dan memperlihatkan berbagai macam senjata miliknya. "Apa maksudnya?"tanya suny tak mengerti. "Gue seorang mafia."jawab david membuka jati dirinya pada suny. "Mafia."suny membeo. David mengangguk dan memperlihatkan berbagai obat terlarang. "Jadi...."ucap suny bingung. "Ini lah gue."balas david. "Gue gak peduli siapa pun loe, gue cinta sama loe."Suny memegang tangan david. David mendekat ke suny dan menciumnya. "Gue ingin putus dari manuel."ucap suny bersandar di d**a bidang david. "Jangan."balas david. "Kenapa?"suny melihat ke arah david. David hanya menggeleng tak ingin menjawab apa alasan suny gak boleh putus dengan manuel. "Apa loe suka berbagi."ucap suny. "No."balas david. "Terus kenapa gue gak boleh putus dengan manuel. Gimana kalo manuel memaksa gue lakuin."ucap suny ingin mengetes david. "Loe milik gue."David membuka kancing baju suny. "Sebenarnya apa perasaan loe ke gue."Tanya suny menghentikan tangan david. "I don't know."jawab david susah mengutarakannya. Suny merasa kecewa david belum juga mengutarakan perasaannya. Suny berdiri dan mengancingkan bajunya kembali kemudian mengambil tasnya ingin segera pergi. Namun david menarik suny ke ranjang karna david menginginkan suny. "Lepasin gue, gue bukan pelacur."ucap suny meronta. "Shut up."David menyuruh suny diam. David sengaja berbuat kasar pada suny supaya suny membencinya lalu meninggalkannya. "Jangan."Suny memelas minta di lepaskan. Tapi david tak menghiraukan permintaan suny dan terus melakukannya. Sebenarnya david tak tega tapi ini jalan satu-satunya untuk membuat suny membencinya. Setelah melakukanya david menyelimuti suny yang sedang menangis sambil meringkuk. David masuk ke kamar mandi dan menyalakan showernya. David menutup matanya merasa sangat kasihan dengan suny. "Sorry."gumam david menjambak rambutnya sendiri, david merasa seperti binatang yang tega melakukan seperti itu pada orang yang di cintainya. David keluar dari kamar mandi melihat suny tertidur. David pun memakaikan baju suny dan mengirim pesan pada chrystal untuk mengantar suny pulang. Tak butuh waktu lama, chrystal sampai di apartemen david. "Ngrepotin gue banget sih."ucap chrystal masuk ke dalam. Chrystal melihat david duduk di tepi ranjang mengusap lembut rambut suny. "So sweet, kenapa harus gue yang antar pulang?"tanya chrystal heran. "Gue habis perkosa dia."baru kali ini david menjawab gak hanya satu atau dua kata. "Maksud loe?"tanya chrystal gak ngerti, karna mana mungkin david lakukan itu. Mereka berdua terlihat saling mencintai. Tapi terlihat sih dari penampilan suny dan tempat tidur yang acak-acakan di tambah ada sisa air mata di wajah suny. "Gue ingin dia benci gue."David mengecup kening suny dan memakai jaketnya. "Gue gak ngerti dech jalan pikiran loe. Terus loe mau ke mana?"tanya chrystal. "Asrama."jawab david meninggalkan suny bersama chrystal. "Kapan loe akan kembali?"tanya chrystal sedih bila harus jauh dari david. "Entahlah."Balas david. "Gue menikah sebulan lagi."ucap chrystal. David mengangguk. "Bye."David tetap saja pergi karna ini sudah jadi tugasnya dan pilihan hidupnya. Papih shadam menyuruh david untuk ke asrama jadi david mengikutinya. Sebenarnya berat bagi david jauh dengan suny namun david tak ingin di kalahkan oleh perasaannya. Ini lah maksud david tak ingin suny putus dari manuel karna david yakin manuel bisa menjaga suny. "Udah bangun?"ucap chrystal sedang santai duduk nonton televisi. "Gue mau pulang."pinta suny. "Lebih baik loe bersihkan dulu diri loe, baru gue antar pulang."balas chrystal. Suny pun beranjak bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandi suny mengusap seluruh tubuhnya dengan kasar sambil menangis, suny merasa rendah sudah di lecehkan oleh david. Harusnya suny sadar dari awal david memang berbeda. Gak selayaknya jatuh cinta pada david sampai terlalu dalam. "Ayo keluar lh, loe udah hampir satu jam di dalam. Gue cape nunggunya."Chrystal mengetuk pintu kamar mandi berhsrap suny baik-baik saja. Suny pun keluar dari kamar mandi. Chrystal sebenarnya merasa iba melihat suny tapi inilah mau david, supaya suny membencinya. Sepanjang perjalanan suny tak bicara sedikitpun. Chrystal mengerti perasaan suny jadi chrystal tak banyak bicara walau sebenarnya mulutnya gatal ingin ngomong ini itu. Semenjak kejadian itu suny jadi pendiam dan david juga keluar dari sekolah. Itu pertemuan terakhir suny dan david. Aidan dan chrystal sendiri makin hari makin sibuk dengan segala keperluan pernikahannya. Banyak sekali yang harus di persiapkan. Aidan di rumah sedang menulis apa aja yang di butuhin untuk pernikahan, namun aktivitasnya terhenti karna pamannya datang. "Aidan apa kabar?"sapa paman ludy. "Baik paman."jawab aidan. "Sebaiknya kamu berfikir lagi sebelum menikahi chrystal."ucap paman ludy. "Memangnya kenapa?"tanya aidan. "Cari tau saja dulu seluk beluk keluarga tuan shadam."balas paman ludy memberikan beberapa surat kabar lama dari dalam maupun luar negri. Aidan mengambilnya dan membaca surat kabar itu satu persatu. Isinya tentang mafia muda yang sangat di segani. Brian Shadam Alexander. "Mafia."ucap aidan melihat foto papihnya chrystal. Paman ludy mengangguk. "Dan kamu tau? David alexander adalah penerus tuan shadam. Mereka masih aktiv di dunia hitam."jelas paman ludy. Aidan jadi mengingat kejadian waktu itu, pakaian hitam dan baku tembak. "Pikirkan aidan."paman ludy menepuk punggung aidan dan meninggalkan aidan sendiri untuk berfikir. Aidan jadi bingung harus gimana. Aidan sangat mencintai chrystal tapi bagaimana kalo orangtua aidan tau tentang keluarga chrystal. Apa mereka tetap setuju? Aidan ingin menannyakan langsung tentang kebenaran kabar itu pada chrystal tapi aidan gak tau bagaimana cara menyampaikannya pada chrystal. Aidan mengingat semua kejadian satu persatu, saat david tertembak, makanin buaya dengan daging manusia dan yang terakhir baku tembak waktu itu. "Aidan."panggil ibu iis. "Iya bu."jawab aidan kaget. "Dari tadi ngalamun terus, ada apa?"tanya bu iis. "Ah gak papa bu, aidan cuma bingung aja. Apa yang harus di siapin."jawab aidan bohong. "Sudah istirahat aja jangan bingung-bingung."balas ibu iis. Aidan hanya mengangguk dan masuk ke kamarnya. David di asrama tiduran sambil melihat foto suny, david sangat merasa bersalah. Namun tak bisa mengucapkan maaf. Chrystal meminta nomor telfon david namun papih shadam tak mau memberikannya. Lokasi dimana david pun, papih shadam tak memberitaukannya. "Pih, chrystal kangen sama david."rengek chrystal bermanja ria dengan papihnya. "David sedang belajar nanti kalo sudah waktunya pasti pulang."jawab papih shadam. "Terus kapan? Nomor telfonnya aja dech."pinta chrystal. "Gak bisa sayang."tolak papih shadam. "Mih, papih pelit nich."chrystal mengadu ke mamih valen. "Sudah sayang, pasti itu buat kebaikan david."balas mamih valen. "Oh ya pih, gimana kalo suny hamil? David kan harus tau."ucap chrystal tak menyerah mencari alasan supaya bisa dapat info tentang david. "Hamil gimana? Kan udah putus lama sebelum david ke asrama."balas papih shadam. "Yah papih ketinggalan info."Chrystal mengambil cemilan di meja. "Oh ya, info apa itu?"tanya papih shadam penasaran. "Kan sebelum david berangkat, itu loh pih. Ampe chrystal yang repot."jawab chrystal berbelit. "Itu apa?"mamih valen ikut penasaran. "Jadi gini, ingat gak? Waktu david nyuruh ke apartemennya sebelum david berangkat."ucap chrystal. "Pamitan bukan?"ujar papih shadam. "Bukan pih tapi chrystal di suruh nganterin suny pulang."jawab chrystal. "Kok gitu?"ucap mamih valen bingung. "David maksa suny buat itu. Davidnya juga aneh alasannya biar suny benci sama dia."jelas chrystal. "Ya sudah kamu cari informasi suny hamil atau engga?"perintah papih shadam. "Minta nomor david dulu sini pih."pinta chrystal belum menyerah. "Gak bak papih kasih."jawab papih shadam. "Ya udah, chrystal gak mau nyari info tentang suny."balas chrystal. "Papih bisa cari tau sendiri."jawab papih shadam. "Ihh papih ngeselin."Chrystal cemberut. Shadam mencari tau info tentang suny hamil atau engganya. Papih shadam gak habis pikir, david bilang biar suny benci dengannya tapi david gak mikir gimana kalo suny hamil. Papih shadam menunggu suny pulang sekolah. Saat melihat suny, papih shadam turun dari mobilnya. "Suny...."panggil papih shadam. Suny pun berhenti dan melihat ke arah papih shadam. "Iya tuan ada apa?"tanya suny bingung plus heran. "Bisa ikut saya sebentar, saya ingin bicara."ajak papih shadam. "Iya tuan."balas suny mengikuti papih shadam masuk ke mobilnya. Papih shadam membawa suny ke restoran terdekat. "Silahkan mau pesan apa?"tanya papih shadam. "Gak usah tuan, ada apa yah?"balas suny. "Sudah makan lah dulu baru kita bicara."Papih shadam pun memesan makanannya dan untuk suny. Melihat papih shadam, suny jadi kangen dengan david. Walaupun suny juga merasa marah dan benci pada david tapi tak bisa di pungkiri kalo suny juga masih mencintainya. "Saya mengajak kamu ke sini karna david."ucap papih shadam setelah selesai makan. "Saya gak tau dimana david."balas suny. Suny berfikir papih shadam ingin menannyakan keberadaan david. "Bukan itu, saya meminta maaf atas apa yang david lakukan."ucap papih shadam. "Sudah tuan, saya gak ingin bahas. Trima kasih untuk makan siangnya. Saya permisi dulu."balas suny gak ingin membahas masalah itu karna mennyakitkan bagi suny. "David pasti bertangung jawab, david tidak lari dari masalah, hanya saja ada urusan penting."ucap papih shadam. "Saya sudah punya pacar tuan dan anrara saya david gak ada hubungan apa-apa."balas suny. "Jika kamu hamil, itu anak david dan saya akan mengambilnya."ucap papih shadam. Suny terdiam. "Saya akan mengambil anak itu. Kalo kamu hamil katakan pada saya. Semua akan saya urus."jelas papih shadam. "Saya gak hamil."jawab suny padahal belum mengeceknya. "Ini belum ada satu bulan jadi kamu belum tau hamil atau engganya."ucap papih shadam. Suny jadi kepikiran dengan ucapan papihnya david. Bagaimana jika memang itu terjadi. Suny benar-benar bingung. Aidan juga bingung dengan apa yang akan di lakukan selanjutnya tentang rencana pernikahannya dengan chrystal.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN